Pesantren Ramadhan

Pesantren Ramadhan yang rutin diadakan untuk membentuk karakter relejius para peserta didik di SMANTEB More »

Pelatihan Jurnalis Sekolah

Jurnalis Sekolah untuk mendidik peserta didik dalam dunia jurnalisme dalam lingkungan sekolah More »

Atraksi Silat

Atraksi silat dari kelas X More »

Workshop

Workshop guru smanteb More »

 

SMANTEB Mempunyai BANK Sampah

Www.smansatebingtinggi.sch.id SMANTEB sekarang mempunyai BANK sampah yang terletak di dekat kantin sekolah.

Penimbangan sampah dilaksanakan setiap hari sabtu saat waktu istirahat, barang yang dijual di sana beragam jenis sampah yang dapat kita jual.

Petugas yang mengurus BANK sampah dari siswa pilihan SMANTEB, yang berjumlah 6 orang. Orang-orang itu iyalah Hendra Rukmana, Windi Yani,  Junaidi, Irda Riani, Raudah,  Jamil. Merekalah yang bertugas disana.

” Tujuan dibangunnya BANK sampah di SMANTEB adalah sebagai salah satu untuk penghasilan siswa dan mengurangi sampah-sampah yang ada disekolahan serta menjaga lingkungan sekolah agar terbebas dari sampah” ujar Mr. Abdullah.

“Adanya BANk sampah ini sangat penting karena hasil dari sampah yang dijual dimasukkan kedalam tabungan dan tidak sia-sia untuk memilah sampah” ujar Nita siswi kelas XI Ipa (HR)

 

PILKASIS SMAN 1 TEBING TINGGI

www.smansatebingtinggi.sch.id Pada hari Senin tanggal 16 Oktober 2017 di SMAN 1 TEBING TINGGI diadakan Pilkasis (Pemilihan Ketua OSIS). Yang menjadi calon Ketua OSIS ada 4 orang yaitu Windi Yani dari Kelas XI IPA, Mikgro dari Kelas XI IPS, Hermanto dari Kelas XI IPS, dan Marsela dari Kelas X A.

Nomor urut pemilunya sampai 4 yaitu Windi Yani dari XI IPA nomor urut 1, Mikgro dari XI IPS nomor urut 2, Hermanto dari XI IPS nomor urut 3, dan Marsela dari X A nomor urut 4. Dan yang menjadi panitia acara ini adalah anggota OSIS lama dan di bantu oleh pembina OSIS.

“Acara yang di gelar sekitar pukul 11.00 ini akhirnya berjalan dengan lancar. Yang bertempat di ruangan Lab Fisika, sebenarnya pengennya pukul 10.00 sudah stand by, tapi karena hujan jadi mulainya pukul 11.00. Dan awalnya pengennya di halaman sekolah, tapi karena hujan jadi di gelar di ruangan Lab Fisika.” Kata Muspirah Ketua Panitia Pilkasis. Orang-orangnya yang mencoblos adalah seluruh siswa SMAN 1 TEBING TINGGI, dan juga panitia, tak hanya itu, seluruh dewan guru juga memberikan hak suaranya, yang seluruhnya berjumlah 158 orang.

“Yah, tentu harapannya adalah semoga Ketua OSIS yang terpilih nanti betul-betul akan melaksanakan tugas dan programnya dengan sebaik-baiknya.” Pungkas Rully Firmansyah Pembina OSIS SMANTEB. Bagi yang mencoblos harus masuk dengan tertib yaitu 2 orang setiap kali masuk ke dalam ruangan dan harus memasukkan suaranya ke dalam kotak suara. Acaranya berjalan dengan baik karena di kontrol oleh panitia.

Setelah semua orang selesai mencoblos, akhirnya melihat semua suara. Dan hasilnya adalah Windi Yani mendapatkan 67 suara, Mikgro mendapatkan 21 suara, Hermanto mendapatkan 39 suara, dan Marsela mendapatkan 20 suara. Jadi yang menjadi Ketua OSIS adalah Windi Yani dari Kelas XI IPA, Wakil Ketua OSIS adalah Hermanto dari Kelas XI IPS, Sekretaris OSIS adalah Mikgro dari Kelas XI IPS dan Marsela dari Kelas X A. (muk)

Siswa SMANTEB mengikuti Porprov X di Tabalong

Www.smansatebingtinggi.sch.id. Beberapa siswa/siswi SMANTEB juga ikut dalam ajang Porprov X di Tabalong kali ini. Yang dilaksanakan pada tanggal 08-15 Oktober 2017.

Walaupun hanya beberapa siswa yang dapat mengikuti Porprov ini, para siswa/siswi itu iyalah; Hendra Rukmana, Selamat, Susianti, Muhammad Arif, Syafrudin, dan Fitri Mei Densi. Mereka adalah siswa/siswi SMANTEB.

Hanya beberapa cabur saja yang dapat mereka ikuti seperti Hendra Rukmana dan Selamat dari cabur Dayung, Fitri Mei Densi dan Syafrudin dari cabur Catur, Muhammad Arif dari cabur Atlitik, dan Susianti dari cabur Renang.

Para alumni SMANTEB pun juga ada yang mengikuti Porprov  kali ini, walaupun ada dari siswa SMANTEB yang mengundurkan diri dari ajang Porprov ini. Dan itu sangat disayangkan srkali. “Saya sangat bangga dapat ikut berlomba di ajang Prprov X ini untuk mewakili Balangan semuga saya dapat menghasilkan yang terbaik untuk Balangan” ujar Hendra dari siswa SMANTEB kelas Xl Ipa.

Mr. Eko adalah kepala sekolah SMANTEB saat ini. “saya sangat bangga dan senang srkali bahwa ada siswa/siswi saya yang dapat mengikuti Porprov kali ini, semoga mereka dapat membawa nama baik Balangan di Porprov ini, dan saya akan mengajukan beasiswa bafi siswa yang mendapatkan medali di Pirprov kali ini” ujar Mr. Eko kepala sekolah SMANTEB (HR)

Gudep SMANTEB Berpatisipasi Membantu TNI

Pada hari Selasa tanggal 10 Oktober 2017 Gudep SMANTEB ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang diadakan oleh TNI. Yakni TMMD yang di selenggarakan di dua desa yaitu Desa Iyam dan Desa panikin.

Kegiatan ini di mulai sekitar jam 09.00 pagi dan berkumpul dulu di Lapangan Kantor Camat Tebing Tinggi. “Saat kami berkumpul di Lapangan Kantor Camat Tebing Tinggi di adakan breefing untuk pembagian lokasi di berbagai titik agar nanti tidak kacau balau” kata Mukmin pemimpin Gudep SMANTEB.

Di sana para Gudep SMANTEB dibagi menjadi 4 titik yaitu 1 titik di Desa Panikin dan 3 titik di Desa Iyam. Setiap titik terdiri dari sekitar 25 orang.

Pergi ke Desa Iyam atau Desa Panikin menggunakan sepeda motor karena tempatnya lumayan jauh dari Kantor Camat Tebing Tinggi.Jarak dari Kantor Camat Tebing Tinggi ke Desa Iyam berjarak 8 KM, sedangkan ke Desa Panikin berjarak 6 KM.

Setiap titik di pimpin oleh salah satu anggota TNI. Gudep SMANTEB membantu TNI apa yang bisa dilakukannya, misalnya membantu memotong kayu, membuang sampah, mengangkut pasir, dll.

“Kami ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini bertujuan agar kami lebih mengenal TNI dan bisa membantu masyarakat sekitar” kata I Bagus Gusti Alit Witara pembina Gudep SMANTEB.(mik)

SEKOLAH TANPA INTERNET, SAMPAI KAPAN?

Penulis: Eko Prayitno

Kepala SMAN 1 Tebing Tinggi Kab. Balangan.

 

 

Dalam konteks wilayah daerah,  dikotomi antara sekolah kota yang serba online dengan sekolah pinggiran belum bisa dihilangkan sampai saat ini terutama di Kalimantan Selatan. Sekolah kota identik mempunyai fasilitas yang “wah” terutama dalam pembelajaran dunia maya. Mereka dapat mengakses berbagai informasi , berita atau pun mengunduh materi pembelajaran kapanpun dan dimanapun. Hal sebaliknya bagi sekolah pinggiran yang hanya mengandalkan fasilitas seadanya belum lagi dengan kualitas pengajarnya yang masih memakai metode mengajar “abad ke 19”. Lengkaplah sudah “penderitaan pelajar sekolah pinggiran”.

Wajar jika banyak dari masyarakat yang dari kalangan mampu memilih memasukkan anaknya ke sekolah kota, apalagi sekolah tersebut punya embel-embel akreditasi A. Akan tetapi hal ini menjadi tidak sehat apabila gejala ini dibiarkan berlarut sehingga menjadi ketimpangan pendidikan yaitu antara sekolah kota dan sekolah pinggiran atau