April 19, 2024
Spread the love

SMANTEB.SCH.ID – Ditengah keheningan malam yang sunyi, Achmad Ariansyah selaku mabigus menjadi pembina,  dengan seksama memandangi indahnya kobaran api yang menjulur tinggi dengan dikelilingi api-api kecil dari lilin yang dinyalakan oleh petugas penyalaan api unggun.

Kak Ariansyah yang bertindak sebagai pembina upacara berpesan agar para peserta membawa pulang hal baik dan meninggalkan hal buruk dan membawa hal yang baik, selama mengikuti kegiatan kepramukaan di Gugus Depan 07.08. 08.08 Pangkalan  Sri Sultan Muhammad Seman dan Ratu Zaleha.

Ia mengingatkan agar adik-adiknya yang ada di Gugus Depan 07.08. 08.08 Pangkalan  Sri Sultan Muhammad Seman dan Ratu Zaleha,  untuk tetap disiplin dan menjaga keharmonisan hubungan dengan anggota keluarganya baik di sekolah, gugus depan, ataupun keluarga di rumah.

Prosesi api unggun memang bukan hal yang baru dalam setiap kegiatan kepramukaan. Api unggun menjadi simbol kebersamaan antara sesama anggota kepramukaan. Di Dalam api unggun juga terdapat makna yang untuk saling berbagi di tengah kehangatan ikatan keluarga.

“Diharapkan ini mampu menjadi semangat, bagi para siswa yang mengikuti kegiatan ini, yang dilaksanakan selama dua hari lagi,” ucapnya saat mengambil waktu sambutan di prosesi penyalaan api unggun di lapangan utama perkemahan SMAN 1 Tebing-Tinggi Jum’at malam (28/10/2022).

Api unggun biasanya dinyalakan untuk penerangan di malam hari dan juga untuk mengusir binatang buas. Namun, secara simbolis juga digunakan untuk menyalakan semangat Dasa Dharma Pramuka.

Mengawali proses penyalaan api unggun, sepuluh perwakilan peserta membacakan Dasa Dharma Pramuka dan mempersembahkannya kepada pahlawannya masing-masing.

Di tengah tumpukan kayu berjajar 10 batang lilin yang mengelilingi tumpukan kayu utama. 10 lilin itu, memiliki makna 10 Dharma Pramuka yang harus menjadi patokan dan sifat dasar anggota Pramuka di Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published.