April 16, 2024
Spread the love
Foto di ambil sebelum wabah covid-19, foto ilustrasi saja

SMANTEB.ID – Berbagai negara di dunia, tengah dikejutkan dengan wabah suatu penyakit yang disebabkan oleh virus bernama corona atau lebih dikenal dengan istilah Coronavirus Disease-19 (Covid-19). Wabah virus ini memang penularannya sangat cepat menyebar ke berbagai negara di dunia. Sehingga oleh World Health Organization (WHO), menyatakan wabah penyebaran virus covid-19 sebagai pandemi dunia.

Sebagai dampak dari pandemi covid-19 ini, menyebabkan diterapkannya berbagai kebijakan untuk memutus rantai penyebaran virus covid-19 di Indonesia.

Upaya yang dilakukan pemerintah, seperti Physical Distancing | Social Distancing, Yaitu himbauan untuk menjaga jarak diantara masyarakat, menjauhi aktivitas dalam segala bentuk kerumunan, perkumpulan, dan menghindari adanya pertemuan yang melibatkan banyak orang.

Work From Home (WHO), kebijakan ini merupakan upaya yang diterapkan kepada masyarakat agar dapat menyelesaikan segala pekerjaan dari rumah. Pendidikan di Indonesia pun menjadi salah satu bidang yang terdampak akibat adanya pandemi covid-19 tersebut.

Dengan adanya pembatasan interaksi, Kemendikbud mengeluarkan kebijakan meliburkan sekolah dan mengganti Kegiatan Belajar Mengajar(KBM) dengan sistem Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

Penerapan suatu kebijakan baru, tentu ada sisi negatif maupun sisi positifnya. Adapun permasalahan dari adanya sistem PJJ.

Siti Jubaidah, salah seorang siswa SMAN 1 Tebing-Tinggi

Seperti yang diceritakan oleh Siti Jubaidah, salah satu siswa di SMAN 1 Tebing-Tinggi, menceritakan pengalamannya selama bersekolah, menurutnya PJJ ini, lebih sulit ketimbang pembelaan tatap muka.

“menurut saya sekolah online, itu lebih sulit, karena sebagian mata pelajaran sulit dipahami,” kata Jubaidah kepada Smanteb.id. Selasa (05/01/20).

Ia juga menambahkan, kalau sekolah tidak online, atau tatap muka, atau memang sudah terbiasa itu lebih mudah dipahami.

Tidak hanya sulit dipahami, ia juga merasakan pengalaman saat masa masa sekolah itu kurang dan cerita semasa sekolah pun hampir tidak nyaman untuk di ingat.

“Rasanya sedih dan sangat sulit dibayangkan untuk kami para siswa siswi, karena pertama kalinya kami mengikuti pelajaran seperti ini. setiap anak SMA pasti mempunyai cerita saat semasa sekolah apalagi mau lulus sekolah pasti banyak cerita yang diinginkan sehabis lulus sekolh,” ungkap Siswa SMAN 1 Tebing-Tinggi ini.

Ia pun berharap agar pandemi ini cepat berlalu, dan dapat menempuh pembelajaran seperti biasanya.

Normala salah seorang siswa SMAN 1 Tebing-Tinggi

Senada dengan apa yang disampaikan oleh Jubaidah, yaitu Normala, ia mengaku sempat mengalami kesulitan saat awal masuk mendaftar, masuk sekolah karena lewat online.

” Waktu mendaftar masuk sekolah online susah terpaksa ke sekolah minta ajari bapak Hakim. Tidak hanya itu, kemarin juga akibat salah koordinasi terbolak balik, ngumpul kartu keluarga dan lain sebagainya,” ucap Normala.

1 thought on “Begini Cerita Siswa, Sekolah Semasa Pandemi Covid-19

Leave a Reply

Your email address will not be published.