Pesantren Ramadhan

Pesantren Ramadhan yang rutin diadakan untuk membentuk karakter relejius para peserta didik di SMANTEB More »

Pelatihan Jurnalis Sekolah

Jurnalis Sekolah untuk mendidik peserta didik dalam dunia jurnalisme dalam lingkungan sekolah More »

Atraksi Silat

Atraksi silat dari kelas X More »

Workshop

Workshop guru smanteb More »

 

Paduan suara dari SMANTEB

Para siswa SMAN 1 Tebing-Tinggi mengikuti kegiatan latihan paduan suara (Padus) di Aula Kantor Camat Tebing-Tinggi, Kecamatan Tebing-Tinggi, Kabupaten Balangan, Kamis (13/08).

Mereka para siswa yang di pilih langsung oleh pihak Kecamatan melalui guru SMAN 1 Tebing-Tinggi untuk mewakili sebagai petugas paduan Upacara 17 agustus mendatang.

Ayu Siti Sarah atau yang sering di sapa Ayu ini misalnya, siswa SMAN 1 Tebing-Tinggi ini merasa bangga karena dapat menyertakan dalam acara kemerdekaan RI tingkat kecamatan. Bahkan ia menganggap menjadi Padus merupakan kesempatan yang menyenangkan.

Ayu dapat memiliki pengalaman baru dan wawasan tentang membawakan lagu nasional pada nada tertentu. Tak kalah penting dia, adalah kesempatan untuk melatih kepercayaan diri.

“Melalui Padus, tentu dapat melatih dan meningkatkan kepercayaan diri saya,” ucap Ayu.

Diketahui, SMAN 1 Tebing Tinggi mengikut sertakan 16 orang siswa, dengan tujuh orang laki-laki, delapan orang perempuan serta satu orang pemalu. Latihan di mulai sejak 27 Juli 2020 kemaren. Mereka juga terjadwal secara rutin untuk menyanyikan lagu nasional nantinya.

Susah Jaringan, Siswa ini naik ke atas bukit, untuk mencari akses jaringan internet

 

 

 

 

 

 

 

 

Smanteb – Era Memasaku pembelaran normal baru kembali aktifkan dan memakai metode Dalam Jaringan (Daring) atau belajar online.

Belajar online memang tidak sedikit menyusahkan banyak orang, seperti para pelajar, orangtua atau wali murid, guru, pemerintah dan lain-lain.Belajar online memang tidak akan datang kan dampak postif tetapi banyak yang juga yang merasakan dampak negatifnya, seperti yang di alami para pelajar , atau orangtua wali murid, guru, pemerintah dan lain sebagainya

Inilah yang kini di keluhkan oleh Hatrah Anjadi, salah seorang siswa SMAN 1 Tebing-Tinggi, mengaku kesulitan untuk mencari jaringan di tempat iya tinggal.

Karna memang tidak semua wilayah di Kecamatan Tebing-Tinggi yang terjangkau oleh jaringan internet, seperti di tempat Hatrah tinggal, di Desa Dayak Pitap Kecamatan Tebing-Tinggi, Kabupaten Balangan.

Hatriah menceritakan, untuk belajar online iya harus, mencari jaringan internet sampai ke atas gunung atau bukit yang tinggi dan jauh dari penjara.

“Kami naik ke atas gunung dan bukit yang tinggi, menemukan jaringan internet untuk belajar,” ucap Hatriah, Kamis, (13/08).

Sambungnya, di tempat ia sering mencari jaringan, memang bukan hanya pelajar SMAN saja, tetapi ada juga siswa SMP yang ikut belajar bersama.

Ia dan teman-teman membangun sebuah pondok di sana untuk menulis atau hanya, duduk atau bernaung ketika panas atau hujan.

“Kami berharap virus ini cepat hilang, kami capek naik ke atas bukit, yang jauh dari rumah, kami mau sekolah seperti biasa,” pungkas, Hatriah.

Penari menjadi penyanyi

Foto misda ketika nari

 

SMANTEB – Dipastikan pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 75 RI di Kabupaten Balangan akan berlangsung sederhana tanpa antraksi dan pertunjukkan. 

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yang meriah dan banyak rangkaian acara.

Khusus acara HUT RI di Kecamatan Tebing-Tinggi, kegaiatan akan ringkasnya sangat sederhana di mana hanya ada tiga orang di pengibar bendera dan tidak ada pertunjunjukan seperti biasanya.

Salah seorang siswa dari SMAN 1 Tebing-Tinggi Misda kata, dirinya tahun ini tidak mendapat pekerjaan menari dayak seperti tahun sebelumnya.

 “Saya terpilih menjadi paduan suara (Padus) karena tidak ada pekerjaan, jadi kan kecamatan meminta anak SMA yang jadi paduan suara,” ucap misda.

 Lanjutnya, biasanya saya tampil menjadi penari ketika 17 Agustus, karena sekarang tidak ada lagi menari dayak, jadi saya disuruh menjadi paduan suara bersama OSIS yang lain.

Disini saya juga tidak tau kenapa ibu milih saya, kata ibu suara yang bagus yang ikut paduan suara, tutup misda.

Sharing Materi untuk pembelajaran yang efektif

 

Balangan- SMAN 1 Tebing Tinggi lakukan sharing Materi kepada Siswa yang miliki halangan Kouta Internet, handphone (Hp), dan akses jaringan, kamis(16/07/20) kemarin.

 

Dalam kegiatan ini di ikuti oleh siswa baru kelas X (sepuluh) dan seluruh dewan guru. Siswa diberikan bahan belajar berupa materi pembelajaran dan penugasan, yang akan di pelajari beberapa minggu kedepan.

Eko Prayitno, selaku kepala sekolah menuturkan, kegiatan sharing materi ini adalah sebagai upaya untuk menyiasati tentang masalah-masalah daring atau belajar online.

“Kegiatan ini menyiasati siswa yang tidak memiliki Hp Android ataupun yang tidak meliki kouta internet atau pun jaringan” katanya

Dengan adanya kegiatan ini, seluruh siswa dapat, menerima pembelajaran tanpa terkecuali, meskipun tidak memiliki kouta internet dan masalah lain sebagainya.

Di harapkan dengan adanya kegiatan ini memudahkan siswa dalam menerima bahan-bahan pembelajaran, Pungkas Eko.

Salah satu guru yang menjadi pemateri dalam kegiatan ini adalah Anita Fitriani Mengatakan, anak anak sangat bersemangat dalam sharing materi ini.

 

”Kami memberi solusi bagi siswa yang berada zona susah sinyal dan tidak memiliki hp pintar dengan penugasan-pemberian materi offline , kami juga memberi arahan bagaimana prosedurnya pelajaran daring bagi mereka yang memiliki getjet,” katanya.

 

Dalam kegiatan ini pula sangat mengutamakan penggunakan protokol kesehatan, seperti mencuci tangan, pakai masker, sesuai anjuran pemerintah, siswa yang datang ke sekolah, secara bergantian, siswa akan dibagi beberapa kelompok setiap kelompok terdiri dari 10-11 orang.

Rindu seorang Guru kepada

Foto di ambil sebelum covid-19Smanteb-  Akbita dari Masa Pandemi Covid-19, aktivitas hanya diperbolehkan di lakukan di rumah dan tidak di izinkan keluar rumah kalau tidak begitu penting, begitupun proses belajar dan mengajar dilakukan di rumah atau secara online.

Dalam hal ini tak sedikit siswa, ataupun orang tua wali murid yang ingin bersekolah seperti biasa, tetapi guru-guru pun rindu ingin belajar bertatap muka di sekolah.
Begitulah yang kini di rasakan oleh guru dari SMAN 1 Tebing-Tinggi Abdullah, ia merasakan kerinduan kepada siswa-siswinya.
” Saya sangat rindu, dan ingin bertemu dan bercengkrama dengan siswa-siswa saya, sudah lama sekali rasanya tak jumpa,” katanya ketika di konfirmasi, Rabu siang (05/08).

YouTube Mr Abdullah,SP.d

Kerinduannya pun iya  curahkan lewan video yang di buat oleh dirinya sendiri dan di posting di akun YouTube dan status WhatsApp pribadinya.
Video yang berdurasi sekitar dua menit 35 detik, yang ia beri judul ridu seorang guru/ suci dalam debu dengan nama channel Abdullah Asshidiq.
Vidieo itu ia didikasikan untuk rindunya terhadap murid-muridnya yang telah ia anggap seperti anaknya sendiri.
“Memang buka siapa siapa, gak ada hubungan keluarga, Mereka hanya siswa, tapi sayangku kepada mereka seperti anak sendiri, didiklah seperti anak sendril, itulah yang saya pegang, ungkapnya sambil tersenyum.
Walaupun mungkin ada siswa yang mengaggap guru, dan tidak menggap sama  gurunya, tapi saya tetap sayang dengan murid saya, pungkasnya.