2 Siswa SMAN 1 Tebing-Tinggi Ikuti Seleksi Paskibra 

Seleruh peserta paskibra

SMANTEB.ID – Pembukaan seleksi calon Pasukan Pengebat Bendera (Paskibraka) tingkat kabupaten dan provinsi tahun 2021 di Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan tetap dilaksanakan meski di tengah pandemi COVID-19, kegiatan tersebut berlangsung di Halaman Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Balangan, Selasa (23/2/2021).

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Balangan, Gazali Al Fatah menyampaikan, untuk peserta tes yang mengikuti seleksi 40 orang dan dari 40 peserta tersebut diambil delapan orang.

“Jadi tiga untuk pengibar dan tiga orang lagi untuk penurun bendera, kemudian ditambah dua orang cadangan,” ujar dia.

Sementara itu, Gazali langsung, untuk seleksi dilakukan selama dua hari, dari tanggal 23 s / d 24 Februari 2021, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Mudah-mudahan kita bisa menyeleksi adik-adik kita dari SLTA ini, yang terbaik yang mampu melaksanakan tugasnya pada hari-H nanti,” harap dia.

Plh. Bupati Balangan Akhriani

Plh. Bupati Balangan Akhriani, pembukaan, pembukaan seleksi paskibraka tahun 2021 tetap dilaksanakan meski jumlah yang diseleksi tidak banyak dari tahun sebelumnya. 

 

“Kegiatan intinya tetap kita hidup dan tetap kita laksanakan setiap tahun,” ucap dia.

Akhriani berharap, kegiatan ini akan terus menerus dilaksanakan, karena kegiatan ini sangat positif dalam rangka pembinaan fisik dan mental anak-anak, agar menjadi pemuda yang tangguh dan memberikan contoh yang baik untuk menciptakan generasi muda di Kabupaten Balangan.

Dari 40 orang peserta yang mengikuti kegiatan ini, dua diantaranya adalah siswa SMAN 1 Tebing-Tinggi, yaitu Rahmadani dan Muhammad Taufik.

Dikatakan oleh Rahmadani bahwa, Sebelum mengikuti seleksi ini persiapan pun telah dilaksanakan demi memberikan yang terbaik.

“Kami pasti berusaha semaksimal mungkin, dengan apapun hasilnya nanti,” kata Rahmadani.

OSIS SMAN 1 Tebing-Tinggi, Ancang-Ancang Persiapan Isra Mi’raj

Ilustrasi Rapat Osis

SMANTEB.ID – Pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) bakal laksanakan rapat terbatas, bahas pelaksanaan Isra Mi’raj, Sabtu (20/02/21).

Disampaikan oleh Siti Jubaidah selaku ketua OSIS SMAN 1 Tebing-Tinggi, Isra Mi’raj tahun ini masih menunggu keputusan dari sekolah.

“Kami dari OSIS, bakal melakukan rapat terbatas anggota untuk persiapan ini. Meskipun belum ada kepastian kami harus siap,” kata Siti Jubaedah.

Siti Jubaidah, Ketua Osis SMAN Tebing-Tinggi

Sehingga entah  apapun keputusannya nanti kami akan selalu siap, mulai dari pikiran hingga tenaga kami (OSIS) semuanya.

Rapat terbatas nantinya kemungkinan akan dilakukan di sekolah. Kami berharap nantinya apapun keputusannya kami yakin yang terbaik.

Sementara itu dari Kepala SMAN 1 Tebing-Tinggi beberapa waktu lalu, mengungkapkan bahwa jika Isra Mi’raj ini dilaksanakan, kemungkinan akan digelar secara sederhana saja.

Kepala Sekolah SMAN 1 Tebing-Tinggi
Eko Prayitno

“Ya kemungkinan secara sederhana saja, mengingat masa pandemi Covid-19 saat ini, sehingga perkumpulan orang banyak dihindari. Untuk peserta sendiri kemungkinan hanya kelas 10 dan 11 saja,” kata Eko Prayitno.

Isra Mi’raj Masih Belum Ditentukan

Foto ilustrasi

SMANTEB – SMAN 1 Tebing-Tinggi, masih belum bisa menentukan apakah ditahun ini akan dilakukan pelaksanaan Isra mi’raj seperti tahu tahun-tahun sebelumnya.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala SMAN 1 Tebing-Tinggi, Eko Prayitno, bahwa pihaknya saat ini masih belum bisa menentukan apakah akan diadakan Isra Mi’raj seperti biasanya.

“Sementara belum ada rencana pasti,” kaa Eko Prayitno.

Sementara itu, kemungkinan apabila dilakukan atau dilaksanakan dengan sederhana saja. Kemungkinan akan dilakukan pula pembatasan, hanya untuk kelas 10 dan kelas 11.

“Bisa juga sih secara online, nanti kami rapat dahulu,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Isra Mi’raj adalah bagian kedua dari perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam.

Karena pada peristiwa inilah dia mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam.[1] Beberapa penggambaran tentang kejadian ini dapat dilihat di surah ke-17 di Al-Qur’an, yaitu Surah Al-Isra.

Isra Miraj adalah peristiwa penting bagi umat Islam. Isra Miraj merupakan perjalanan di malam hari yang dilakukan Nabi Muhammad SAW ke Sidratul Muntaha di langit ke tujuh.

Peristiwa ini terjadi pada 27 Rajab di tahun ke delapan kenabian. Pada tahun 2020 Isra Miraj diperingati pada Minggu (22/3). Kisah Isra Miraj terdapat dalam Alquran surat Al Isra.

Isra berarti perjalanan di malam hari, sedangkan Miraj berarti naik atau diangkat ke Sidratul Muntaha. Di malam itu, Rasulullah bersama Malaikat Jibril melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina. Lalu, Nabi diangkat ke langit ke tujuh untuk bertemu dengan Allah.

Perjalanan ini merupakan bentuk hiburan yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad setelah diberikan cobaan berupa ditinggal orang terdekatnya. Istri Nabi, Khadijah dan paman Abu Thalib yang selalu membela Nabi, meninggal dunia.

Saat diangkat ke langit ketujuh, Nabi bertemu dengan malaikat dan nabi-nabi terdahulu. Saat naik ke Sidratul Muntaha, Nabi menemui banyak godaan.

Nabi Muhammad ditawari minuman susu dan khamar. Rasulullah lalu memilih susu yang berarti minuman yang suci, menyehatkan, dan bersih.

Ada pula panggilan dari setan, iblis, dan perempuan penggoda. Nabi juga diperlihatkan sekelompok orang yang menggunting lidahnya sendiri.

Ketika tiba di langit ke tujuh, Nabi Muhammad bertemu Allah dan menerima perintah salat sebanyak 50 waktu dalam sehari.

Saat menerima perintah salat itu, Muhammad diperingatkan oleh nabi-nabi terdahulu untuk memperhatikan umat.

Muhammad lalu meminta keringanan hingga perintah salat menjadi lima waktu dalam sehari. Sejak saat itu umat Islam mesti melakukan salat wajib lima waktu.

Kisah perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad ini hendaknya diimani sebagai kejadian luar biasa yang terjadi karena kekuasaan Allah.

Meski Tidak Bersekolah, Kelas Tetap Bersih Di SMAN 1 Tebing Tinggi, Ada Apa?

Foto di ambil sebelum wabah covid-19,

SMANTEB.ID – Kebersihan adalah keadaan bebas dari kotoran, termasuk diantaranya, debu, sampah, dan bau. Di zaman modern, setelah Louis Pasteur menemukan proses penularan penyakit atau infeksi disebabkan oleh mikroba, kebersihan juga berarti bebas dari virus, bakteri. patogen, dan bahan kimia berbahaya.

Kebersihan adalah salah satu tanda dari keadaan hygene yang baik. Manusia perlu menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri agar sihat, tidak berbau, tidak malu, tidak menyebarkan kotoran, atau menularkan kuman penyakit bagi diri sendiri mahupun orang lain. 

Menjaga kebersihan di ruang kelas sekolah adalah kegiatan yang sangat krusial mengingat kelas sebagai media utama dalam proses belajar mengajar. Kelas adalah salah satu elemen penting dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah di samping ruang laboratorium, perpustakaan,lab multimedia dan ruangan lainnya. 

Kebersihan dan kerapian kelas juga memberikan dampak kesehatan dan estetika bagi pengguna kelas tersebut. Bila kelas kotor dan berbau tentunya kelas tersebut tidak indah dipandang, tidak sehat juga tidak layak digunakan.  Karenanya menjaga kebersihan di ruang kelas sekolah amatlah penting agar siswa dan guru merasa nyaman dan betah sehingga kegiatan belajar berjalan lancar. 

Eko prsyitno Kepala SMAN 1 Tebing-Tinggi

Meskipun saat ini, kita tidak bersekolah seperti biasanya, tetapi tetap ada dijadwalkan kebersihan kelas di salah satu sekolah di Kabupaten Balangan yaitu SMAN 1 Tebing-Tinggi, hal tersebut dikatakan oleh kepala SMAN 1 Tebing-Tinggi, Eko Prayitno, SP.d, MP.d.

“Meskipun tidak sekolah turun seperti biasanya, kebersihan kelas tetap diutamakan, kami membuat jadwal untuk membersihkan  kelas,  agar tetap bersih,” kata Eko Prayitno, SP.d, MP.d. ketika dikonfirmasi melalui aplikasi sosial Whatsapp pada Minggu (14/02/21). 

Ia berharap,  dengan bersihkan setiap kelas ini, terus menambahkan kenyamanan dan khususnya aman untuk kesehatan.

Siswa SMAN 1 Tebing-Tinggi Ini Sukses Dapat Juara Mendesain Poster

 

Penyerahan Piala

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SMANTEB.ID – Dalam rangka hari gizi nasional yang ke 61, di Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Balangan laksanakan lomba mendesain poster. Dalam kegiatan ini, salah satu siswi SMAN 1 Tebing-Tinggi berhasil mendapatkan juara dalam ajang mendesain tersebut.

Siswi tersebut bernama Ripi Lina, yang kini masih duduk di kelas X IPS, ia mengatakan, ia mengaku bersyukur dan senang dengan hasil yang diraih dalam kegiatan tersebut.

Tema yang ia gambar, dalam ajang tersebut adalh “Gizi Seimbang Remaja Sehat, Indonesia Sehat” dengan gambar beberapa remaja yang memakai baju seragam, dan ada pula gambar rumah, puskesmas, dan sekolah, serta gambar makanan pemenuhan gizi, 4 sehat 5 sempurna.

Poster Ripi Lina

 

 

 

 

 

 

 

 

 

” Iyaaa ka temanya gambarnya tuh “Gizi seimbang remaja sehat, indonesia kuat” nah itu tema gambarnya,” kata Ripi Lina, Kamis (11/01/21).

Ia juga mengatakan sebelum,  mengikuti lomba tersebut, ia sempat latihan selama dua hari bersama guru pembimbing (Siti Aminah) selama dua ia berlatih bersama untuk mempersiapkan di ajang tersebut.

“Ketika hari ini, tadi awalnya saya sangat gugup, tetapi saya lama-lama ilang juga,” katanya.

Dalam lomba tersebut ia juga menjelaskan apa makna dari poster tersebut, dan ketika hasil pengumuman, di umumkan ia berhasil mendapatkan juara ketiga.

 

Sementara itu, Siti Aminah, salah satu guru dan sekaligus pembimbing Ripi Lina, mengatakan bangga dengan hasil yang diraih, meskipun tidak menjadi juara.

 

“Tentunya kami telah berusaha dan mempersiapkan semaksimal mungkin. Kami telah melakukan yang terbaik, kami sangat senang dengan hasil ini,” ungkapnya.