SMAN 1 Tebing-Tinggi Dinilai Oleh Tim PKKS

Ketika PKKS

SMANTEB.Id – Kinerja Kepala SMAN 1 Tebing-Tinggi selama satu tahun dinilai oleh Tim Penilai Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Selatan, Senin (30/11/20).

Untuk Pengiriman Kali ini untuk SMAN 1 Tebing-Tinggi, dipercayakan oleh Dinas Pendidikan Kebudayaan Provinsi Kalsel kepada Tri Teguh Bambang Widjanarko dan Drs. H Jainudin R.

Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) dilakukan untuk melaksanakan kinerja kepala sekolah selama menjalankan.

 

Penilaian yang dilakukan akan menjadi acuan, apakah bagi kepala sekolah melakukan tugasnya dengan baik atau tidak. Apabila sang kepala sekolah memiliki kinerja dengan baik, memiliki kemungkinan bisa melihat ke periode berikutnya.

 

Tetapi harus bernilai baik, maka kemungkinan besar tidak bisa lagi diperpanjang untuk menjadi kepala sekolah di periode berikutnya, yang tidak diketahui kepala sekolah memiliki periode jabatan selama empat tahun.

 

 

 

 

Ini dilaksanakan selama satu kali dalam satu persilangan, contoh saja pembina atau pengawas untuk SMAN 1 Tebing-Tinggi itu adalah Syamsir Alam, kemudian asesornya atau tim penilai dari daerah lain tetapi pengawas masih dalam naungan dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel.

 

Meskipun ini adalah biaya kepala sekolah, ternyata para guru-guru juga dimintai keterangan atau informasi tentang sekolah, tanggung jawab para guru-guru, contoh tanggung jawab para wakil kepala sekolah, para wali kelas dan guru mata pelajaran.

“Tak hanya itu, PKKS ini juga adalah ajang pembinaan kepada guru-guru terutama kepala sekolah. Jadi, sekolah ada yang memiliki kekurangan, rekomendasi-rekomendasi-rekomendasi-rekomendasi solusinya, ”tutur Eko Prayitno selaku Kepala SMAN 1 Tebing-Tinggi.

Selamat Hari Guru Nasional Di Hari Masa Covid-19

Para Guru SMAN 1 Tebing-Tinggi

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Membahas pokok permasalahan mengenai virus Corona yang sedang mengancam negara Indonesia. Membuat dunia menjadi tidak baik baik saja. Menjadikan beberapa aktivitas bahkan kegiatan lembaga pendidikan harus terhentikan. Banyak keluh kesah yang dirasakan oleh sebagian masyarakat akibat dari virus tersebut, banyak yang mengeluh karena pekerjaan, uang, ketidakbebasan dan lain sebagainya. Bagaimana tidak? Dengan terjadinya virus Corona ini sebagian orang harus patuh dan mengikuti apa yang pemerintah perintahkan, seperti halnya program dirumah saja.

 

Bukan hanya itu saja anak-anak didik yang seharusnya belajar di sekolah seperti biasanya. Harus terhentikan terlebih dahulu demi mengurangi tersebarnya virus Corona tersebut dan ditakutkan malah akan menambah korban, terutama pada anak kecil atau anak-anak sekolah yang terkadang ceroboh dan enggan menjaga kebersihan serta kesehatan dirinya.

 

Belajar di teras Smanteb

Akibat dari program pembelajaran dirumah saja, membuat siswa terkadang kurang memahami materi yang ada. Bagaimana bisa? Ya, tentu saja bisa. Karena pembelajaran berbasis online yang mengakibatkan pembelajaran tidak efektif. Jika di dalam sekolah yang berkomunikasi langsung dengan guru terkadang ada siswa yang sulit untuk memahami suatu pembelajaran. Apalagi dengan pembelajaran secara online, yang hanya dipantau melalui jarak jauh.

Untuk mengatasi kasus tersebut, dimana seorang guru yang takut akan ketidakpahaman siswa dalam mempelajari suatu materi. Akhirnya beberapa guru memilih untuk mendatangi rumah siswanya satu persatu. Dalam hal ini semua guru yang mengajar pada sekolah tersebut mencoba untuk membagi tugas antara guru yang satu dengan guru yang lain. Seperti : guru A mengajar 10 anak di masing-masing rumah mereka dan lain sebagainya.

 

Dengan tindakan ini seorang guru tersebut tidak merasa lelah atau terbebani, karena yang mereka inginkan adalah kepuasan peserta didiknya dalam mempelajari suatu pembelajaran. Jadi, bukan hanya pemberian tugas tanpa penjelasan materi. Seorang guru hanya ingin siswa siswanya mendapat pendidikan yang layak. Dimana mereka masih bisa berkontak langsung dengan guru-guru mereka dan merasakan pembelajaran seperti mana biasanya yang dilaksanakan di sekolah.

 

Tanpa rasa lelah guru mendatangi rumah-rumah siswa untuk saling belajar mengajar bersama sama. Memberikan ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas sudah menjadi tugas seorang. Jadi, bagaimanapun seorang guru harus tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang pengajar dan pendidik.

 

Bukan hanya itu, bahkan seorang guru rela mengantarkan beberapa lembar soal ujian yang seharusnya siswa lakukan di sekolah dan sekarang harus dikerjakan di dalam rumah dengan pengawasan orangtua siswa masing-masing. Seperti, soal ujian tengah semester, dan lain sebagainya.

 

Semua hal itu dilakukan oleh seorang guru dengan ikhlas, karena disini guru-guru yakin bahwa apa yang mereka lakukan merupakan upaya dari ikhtiar mereka untuk menjadikan anak didik mereka menjadi anak didik yang mempunyai pengetahuan luas dan tidak ketinggalan materi meski harus menjalani pembelajaran secara jarak jauh. Seorang guru sadar bahwa siswanya adalah tanggung jawabnya. Jadi, apapun yang terjadi seorang guru harus tanggung jawab akan tingkat pemahaman peserta didiknya.

 

Jika dilihat dari beberapa hal tersebut, guru merupakan seseorang yang sangat mulia. Tanpa rasa lelah, tanpa merasa terbebani ia lakukan semata-mata untuk peserta didiknya. Seorang guru tidak ingin jika nantinya tidak bisa mencetak generasi yang unggul. Maka dari itu, apapun akan guru lakukan demi meningkatkan tingkat pemahaman dan kemampuan peserta didiknya.

 

 

SMANTEB Tahun Ini Mungkin Tidak Akan Laksanakan Maulid Nabi

Ilustrasi perayaan Maulid Nabi

SMANTEB.ID –  SMAN1 Tebing-Tinggi (SMANTEB) tahun ini, memiliki kemungkinan tidak akan melaksanakan peringatan Maulid Nabi, seperti tahun tahun sebelumnya, Minggu (08/11/20).

Kalender Hijriah memasuki bulan Rabiul Awal atau dikenal juga dengan bulan Maulid atau bulan Maulud. Pada bulan ini terdapat peringatan Maulid Nabi yakni pada tanggal 12 Rabiul Awal. Hari ini merupakan hari lahir Nabi Muhammad SAW. 

Pada tahun 2020, 1 Rabiul Awal bertepatan dengan Minggu, 18 Oktober. Sehingga peringatan Maulid Nabi jatuh pada tanggal 29 Oktober 2020 bertepatan dengan hari Kamis. Di Indonesia, hari Maulid Nabi merupakan hari libur nasional.

Maulid Nabi adalah hari kelahiran Nabi Muhammad SAW, momen penting dalam kehidupan sang Rasulullah dan juga agama Islam. Allah SWT mengutus Nabi Muhammad sebagai rahmat bagi alam semesta.

Nabi Muhammad dilahirkan di Makkah dari ibu bernama Aminah dan ayah bernama Abdullah. Nabi Muhammad lahir pada 12 Rabiul Awal pada tahun Gajah atau peristiwa tentara bergajah yang menyerang Mekkah. Tahun Gajah bertepatan dengan tahun 571 dalam kalender Romawi.

Umat Islam dapat memperingati Maulid Nabi untuk mengenang Rasulullah SAW. Peringatan Maulid Nabi dapat dilakukan secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama.

Namun, di masa pandemi Covid-19 ini, pastikan peringatan Maulid Nabi dilakukan sesuai protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran infeksi virus corona.

Di Balangan sendiri, antusiasme masyarakatnya menyambut bulan maulid atau sangatlah besar, hal itu terlihat dari tetap berjalannya kegiatan maulid di Balangan.

Biasanya tak hanya warga yang memperingati hari kelahiran Nabi ini, bahkan sekolah sekolah pun ikut memperingatinya, entah itu sekolah yang memang khusus islam ataupun sekolah umum. Tingkat SMP maupun tingkat SMA.

Tetapi tahun ini, menurut informasi yang dihimpun jurnalis smanteb.id semua sekolah dibalangan tidak ada yang melaksanakan maulid nabi.

Kepala Sekolah SMAN 1 Tebing-Tinggi
Eko Prayitno

Salah satu sekolah di Kabupaten Balangan yang biasanya melakukan maulid nabi adalah SMAN 1 Tebing Tinggi, untuk tahun ini mereka berkemungkinan tidak akan melaksanakan maulid di sekolah.

“Untuk  menjaga kemungkinan penularan Covid-19, kita mungkin takkan melaksanakan maulid karena belum ada daerah yang zona aman sejauh ini,” tutur Eko Prayitno kepada jurnalis smanteb.id.

Di ketahu sekolah yang sudah tujuh tahun berdiri ini, memang selalu melaksanakan peringatan maulid nabi.(syahrin).

Semua Siswa-siswi SMANTEB Di Tes Urine

Tes urine SMANTEB
istimewa / Mahrita / foto

SMANTEB.ID – Untuk menjaga siswa dari bahaya Narkoba, SMAN1 Tebing-Tinggi (SMANTEB) lakukan tes Urine kepada seluruh siswa-siswinya.

Diungkapkan oleh Mahrita selaku Guru BK SMANTEB bahwa tes urine ini penting dilakukan, karena untuk deteksi dini dari penyalahguna narkoba khususnya pada siswa siswinya, serta pada umumnya remaja.

Mahrita, Guru BK, SMAN1 Tebing-Tinggi

“Ini sangat penting dilakukan karena, remaja adalah generasi penerus kita, dan harus kita selamatkan,” tutur Mahrita kepada jurnalis smanteb.id saat di konfirmas, Kamis (05/11/20).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Terbuka SMANTEB (RTS). Sungguh disayangkan, pada pelaksanaan kegiatan tersebut masih ada beberapa siswa yang bisa ikut melakukan tes urine tersebut.

“Hal itu karena, siswa yang dapat memperhatikan acara keluarga, dan ada pula yang melangsungkan maulid nabi di rumah, oleh karena mereka tidak dapat berhadir,” jelasnya.

Nantinya tes urine akan kembali dilakukan, tetapi waktunya masih belum ditentukan, menunggu tim dari Puskesmas tidak ada kesibukan.

Ia berharap hasil dari tes urine tersebut negatif tidak ada yang menggunakan narkoba, dan hasilnya bagus semua.

Ilustrasi foto tes urine

Dijelaskan pula, ditemukan hasil yang positif, makanya bisa saja yang dikeluarkan dari sekolah.

“Nantinya keputusan tergantung kepala sekolah mau di keluarkan atau tidak, tetapi kita berdo’a saja, mudah-mudahan hasilnya negatif semua,” harapnya.

Program Baru, Berikan Kemudahan Bagi Siswa

Foto ilustrasi smanteb.id/fikry/foto

SMANTEB.ID – SMAN 1 Tebing-Tinggi (SMANTEB) buat sebuah program terobosan “Guru Piket Di Sekolah”, guna memfasilitasi warga sekolah di masa pandemi Covid-19 saat ini yang sedang menerpa Kabupaten Balangan.

Memang sejak bulan Maret lalu sekolah-sekolah yang ada di Indonesia diliburkan, guna menghindari terciptanya klaster Covid-19 di sekolah. Balangan sendiri tercatat sudah beberapa kali menjadi zona merah.

Sekarang ini untuk data Covid-19 sudah mulai menurun, sehingga program ini dibuat menimbang banyak masukan keluhan para siswa, yang telah bosan belajar secara online, dan mereka ingin belajar seperti biasanya.

Eko prsyitno Kepala SMAN 1 Tebing-Tinggi

Dijelaskan oleh Kepala SMANTEB Eko Prayitno bahwa, program ini bertujuan untuk memfasilitasi warga sekolah, khususnya siswa.

“Jadi jika siswa perlu dengan guru atau yang lain sebagainya yang berhubungan dengan sekolah, siswa bisa datang ke sekolah sesuai keperluan mereka,”

Di dalam program ini, selain hari libur para guru selalu standby di sekolah, menunggu para siswa yang datang untuk sekedar konsultasi, menanyakan soal pelajaran, ataupun mengumpulkan tugas ke guru yang bersangkutan.

Diharapkan dengan program ini, para siswa dapat terbantu, dan kembali bersemangat untuk belajar walaupun di rumah, serta semoga pandemi ini cepat berlalu.

“Untuk para siswa meskipun pandemi ini, sudah mulai menurun di daerah kita, tetapi kita semua harus taati aturan dari pemerintah, sesuai protokol kesehatan, selalu pakai masker dan jaga jarak aman,” imbaunya.

Anita Fitriani Guru Sejarah SMAN 1 Tebing-Tinggi

Sementara itu, katakan oleh Anita Fitriani salah seorang Guru SMANTEB yang menjalankan piket bahwa, program ini sangat membantu siswa dalam soal pembelajaran.

“Program ini sangat membantu siswa, terlebih bagi siswa yang tidak bisa belajar online, mereka dapat mengambil tugas ke sekolah tanpa harus menunggu dua minggu sekali,” tuturnya.

Selain itu, kami sebagai guru dapat mempelajari perkembangan siswa secara langsung, baik belajarnya selama ini, perilakunya serta kami juga dapat memberikan masukan kepada mereka.