Selamat Hari Guru Nasional Di Hari Masa Covid-19

Spread the love

Para Guru SMAN 1 Tebing-Tinggi

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Membahas pokok permasalahan mengenai virus Corona yang sedang mengancam negara Indonesia. Membuat dunia menjadi tidak baik baik saja. Menjadikan beberapa aktivitas bahkan kegiatan lembaga pendidikan harus terhentikan. Banyak keluh kesah yang dirasakan oleh sebagian masyarakat akibat dari virus tersebut, banyak yang mengeluh karena pekerjaan, uang, ketidakbebasan dan lain sebagainya. Bagaimana tidak? Dengan terjadinya virus Corona ini sebagian orang harus patuh dan mengikuti apa yang pemerintah perintahkan, seperti halnya program dirumah saja.

 

Bukan hanya itu saja anak-anak didik yang seharusnya belajar di sekolah seperti biasanya. Harus terhentikan terlebih dahulu demi mengurangi tersebarnya virus Corona tersebut dan ditakutkan malah akan menambah korban, terutama pada anak kecil atau anak-anak sekolah yang terkadang ceroboh dan enggan menjaga kebersihan serta kesehatan dirinya.

 

Belajar di teras Smanteb

Akibat dari program pembelajaran dirumah saja, membuat siswa terkadang kurang memahami materi yang ada. Bagaimana bisa? Ya, tentu saja bisa. Karena pembelajaran berbasis online yang mengakibatkan pembelajaran tidak efektif. Jika di dalam sekolah yang berkomunikasi langsung dengan guru terkadang ada siswa yang sulit untuk memahami suatu pembelajaran. Apalagi dengan pembelajaran secara online, yang hanya dipantau melalui jarak jauh.

Untuk mengatasi kasus tersebut, dimana seorang guru yang takut akan ketidakpahaman siswa dalam mempelajari suatu materi. Akhirnya beberapa guru memilih untuk mendatangi rumah siswanya satu persatu. Dalam hal ini semua guru yang mengajar pada sekolah tersebut mencoba untuk membagi tugas antara guru yang satu dengan guru yang lain. Seperti : guru A mengajar 10 anak di masing-masing rumah mereka dan lain sebagainya.

 

Dengan tindakan ini seorang guru tersebut tidak merasa lelah atau terbebani, karena yang mereka inginkan adalah kepuasan peserta didiknya dalam mempelajari suatu pembelajaran. Jadi, bukan hanya pemberian tugas tanpa penjelasan materi. Seorang guru hanya ingin siswa siswanya mendapat pendidikan yang layak. Dimana mereka masih bisa berkontak langsung dengan guru-guru mereka dan merasakan pembelajaran seperti mana biasanya yang dilaksanakan di sekolah.

 

Tanpa rasa lelah guru mendatangi rumah-rumah siswa untuk saling belajar mengajar bersama sama. Memberikan ilmu pengetahuan dan wawasan yang luas sudah menjadi tugas seorang. Jadi, bagaimanapun seorang guru harus tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang pengajar dan pendidik.

 

Bukan hanya itu, bahkan seorang guru rela mengantarkan beberapa lembar soal ujian yang seharusnya siswa lakukan di sekolah dan sekarang harus dikerjakan di dalam rumah dengan pengawasan orangtua siswa masing-masing. Seperti, soal ujian tengah semester, dan lain sebagainya.

 

Semua hal itu dilakukan oleh seorang guru dengan ikhlas, karena disini guru-guru yakin bahwa apa yang mereka lakukan merupakan upaya dari ikhtiar mereka untuk menjadikan anak didik mereka menjadi anak didik yang mempunyai pengetahuan luas dan tidak ketinggalan materi meski harus menjalani pembelajaran secara jarak jauh. Seorang guru sadar bahwa siswanya adalah tanggung jawabnya. Jadi, apapun yang terjadi seorang guru harus tanggung jawab akan tingkat pemahaman peserta didiknya.

 

Jika dilihat dari beberapa hal tersebut, guru merupakan seseorang yang sangat mulia. Tanpa rasa lelah, tanpa merasa terbebani ia lakukan semata-mata untuk peserta didiknya. Seorang guru tidak ingin jika nantinya tidak bisa mencetak generasi yang unggul. Maka dari itu, apapun akan guru lakukan demi meningkatkan tingkat pemahaman dan kemampuan peserta didiknya.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *