Belajar Demokrasi Dari Pemilihan Ketua OSIS

Spread the love

SMANTEB.ID – Memahami demokrasi untuk melahirkan pemimpin masa depan layak diajarkan di SMAN 1 Tebing-Tinggi. Meski tidak semua siswa belum memiliki hak politik mereka akan mendapatkan pelajaran demokrasi. Termasuk mengajukan diri untuk dipilih sebagai Presiden (ketua) dan pengurus di OSIS di sekolah mereka melalui Pemilu OSIS SMAN 1 Tebing-Tinggi periode 2020-2021

 

Demokrasi dalam sebuah pendidikan penting untuk era globalisasi saat ini, sekolah demokratis yang dikelola dengan struktur jika memungkinkan dengan adanya praktik-praktik demokrasi dapat terlaksana, serta melibatkan masyarakat dalam membahas program-program sekolah, prosedur pengambilan keputusan juga memperhatikan berbagai aspirasi publik, serta melibatkan masyarakat dalam membahas program-program sekolah, prosedur pengambilan keputusan juga memperhatikan berbagai aspirasi publik, serta diperjelas implementasinya kepada publik.

 

Dalam hal berdemokrasi salah satu kegiatan implementasi nilai-nilai demokrasi yang paling terlihat di lingkungan sekolah adalah pada kegiatan pemilihan ketua OSIS. Pemilihan Ketua OSIS mampu mengembangkan nilai demokrasi yang dimiliki oleh siswa masing-masing siswa dapat memilih suara karena ikut berpartisipasi secara langsung untuk pemimpinnya.

 

Nah, berikut ini 10 manfaat dari demokrasi langsung dan demokrasi tak langsung.

 

1. Menjamin hak-hak dasar.

 

Negara yang menjalankan pemerintahannya dengan sistem demokrasi menjamin hak-hak dasar warga negaranya. Penjaminan hak dasar ini dilakukan dengan terbuka sebagai cara untuk mengungkap serta mengatasi adanya masalah sosial yang belum terwujud. Tak terwujudnya hak dasar dapat terjadi karena tak adanya kebebasan. Kebebasan inilah yang dapat mewujudkan keterbukaan yang nantinya menjamin hak-hak dasar.

 

2. Adanya kesetaraan setiap warga negara.

 

Sistem negara demokratis mengedepankan kepentingan rakyat dengan menomor satukan rakyat. Kekuasaan tertinggi negara demokrasi dimiliki oleh rakyat, entah dari mana rakyat tersebut berasal dan latar belakangnya. Semua warga negara dianggap sama tanpa melihat latar belakang dan asal rakyat tersebut. Sehingga, dalam suatu negara demokrasi semua warga negara dianggap memiliki kesetaraan.

 

3. Pemenuhan kebutuhan umum.

 

Demokrasi dilakukan agar kebutuhan masyarakat umum dapat terpenuhi. Pengambilan kebijakan negara demokrasi tergantung pada keinginan dan aspirasi rakyat secara umum. Dengan menentukan kebijakan sesuai dengan keinginan masyarakat, dalam suatu negara demokrasi akan tercipta kepuasan rakyat karena kebutuhan masyarakat umum dapat terpenuhi.

 

4. Pembaharuan kebijakan sosial.

 

Kebijakan pemerintah dibuat sesuai dengan keinginan rakyat. Akan tetapi, suatu kebijakan memiliki tenggang waktu karena dimungkinkan adanya perkembangan zaman yang akan berpengaruh terhadap kebutuhan kebijakan yang diperlukan. Negara demokrasi memungkinkan dirumuskannya kebijakan baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

 

5. Kebebasan rakyat untuk menyampaikan pendapat.

 

Negara yang memiliki kekuasaan tertinggi di tangan rakyatnya akan menyediakan ruang bagi rakyat untuk menyampaikan pendapat. Rakyat yang hidup di dalam negara demokrasi bebas untuk menyampaikan pendapat selama pendapat yang dikemukakan tak bertentangan dengan Pancasila, UUD serta memiliki etika dalam menyampaikan pendapat.

 

6. Mencegah tirani.

 

Sistem pemerintahan demokrasi disebut sebagai sistem pemerintahan paling aman karena pemerintah dan rakyat dapat saling berinteraksi melalui dewan yang telah dipilih oleh rakyat. Negara dengan sistem demokrasi mencegah adanya kekuasaan tunggal dai pemerintah karena rakyat turut serta dalam pemerintahan melalui dewan yang telah dipilih.

 

7. Mencegah terjadinya pemerintahan yang diktaktor.

 

Adanya peran rakyat dalam merumuskan kebijakan pemerintah secara tak langsung dapat mencegah adanya pemerintahan yang diktaktor.

 

8. Menciptakan pemerintah yang bertanggung jawab.

 

Pemerintah hanyalah sebagai wakil rakyat yang ditugasi untuk merangkum semua kebutuhan rakyat sebagai salah satu acuan untuk merumuskan kebijakan. Rakyat dapat menilai dan menuntut apabila ada ketidaksesuaian antara kebutuhan dengan kebijakan yang dirumuskan. Rakyat dapat mengajukan tuntutan apabila pemerintah melakukan penyelewengan terhadap kebijakan yang telah dibuat.

 

9. Meningkatkan kerja sama antar warga negara.

 

Warga negara membutuhkan satu sama lain untuk membangun masa yang banyak sebagai salah satu cara untuk forum perundingan dan juga pengajuan kebutuhan untuk pemerintah. Meskipun setiap warga negara memiliki haknya sendiri untuk mengemukakan pendapat, namun warga negara juga memerlukan pendapat yang lainnya untuk menguatkan pendapatnya di pemerintahan. Dengan adanya demokrasi, maka rakyat akan memiiki kesadaran untuk bekerja sama satu sama lain.

 

10. Membuat masyarakat memiliki tanggung jawab.

 

Adanya peran rakyat dalam pemerintahan membuat setiap warga negara untuk bertanggung jawab terhadap peran yang dimilikinya sebagai seorang warga negara yang wajib menjaga keutuhan negara. Sistem negara demokrasi menjadikan warga masyarakat memiliki tanggung jawab dalam ikut serta berperan dalam penentuan kebijakan pemerintah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *