Category Archives: Opini Guru

Bukbar SMAN1 Tebing-Tinggi Tidak Seperti Biasanya

 

SMANTEB.ID – SMA 1 Tebing-Tinggi bakal melaksanakan Buka Bersama (Bukbar), tetapi tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Tahun-tahun sebelumnya sekolah yang berada di Desa Sungsum Kecamatan Tebing-Tinggi ini, melakukan biasanya selalu melakukan buka bersama dengan para siswa dan dewan guru.

“Tahun ini bakalan ada yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pasalnya tahun ini tidak akan ada dilakukan buka bersama dengan para siswa-siswi seperti tahun sebelumnya,” ungkap Eko Prayitno selaku Kepala SMAN 1 Tebing-Tinggi.

Ia menyebut, tidak terlaksananya buka bersama ini karena mengingat masih dalam masa pandemi Covid-19, dikhawatirkan terjadinya kerumunan antar siswa.

Eko Prayitno berharap, agar pandemi ini cepat berakhir agar aktivitas seperti biasa dapat dijalankan kembali.

Pimpinan SMAN 1 Tebing-Tinggi juga menyebutkan, walaupun tidak dengan para siswa-siswi ia berinisiatif bersama para dewan guru untuk melakukan bukber.

“kayaknya hanya guru dan para pengajar ekstrakurikuler, kalau bersama siswa bisa berkerumun kayaknya,” ucap Eko.

Tetapi demikian ini masih dalam tahap perencanaan belum dilakukan kesepakatan waktu kapan.

 

Begini Cerita Guru Tervaforit SMAN 1 Tebing-Tinggi

Piala Guru Terfavorit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SMANTEB.ID – Menjadi guru bukanlah merupakan tugas yang mudah. Seorang guru tidak hanya dituntut untuk bisa mengajarkan ilmu, tetapi juga harus menjadi teladan yang baik bagi anak didiknya, terlebih jika bisa menjadi guru favorit yang disukai para siswa.

Siswa yang telah menjadikan salah satu gurunya sebagai favorit akan lebih mudah menerima pelajaran yang diajarkan. Lain halnya jika siswa tidak menyukai gurunya, maka pelajaran yang Bapak/Ibu ajarkan seolah begitu sulit mereka terima, bahkan malas-malasan dalam belajar. Jadi, menjadi guru favorit adalah hal yang cukup penting, lho.

Sayangnya, tidak semua guru tahu bagaimana bisa menjadi guru favorit. Beginilah yang dirasakan oleh Abdullah salah seorang guru SMAN 1 Tebing-Tinggi, yang terpilih menjadi siswa-siswinya ketika terpilih sebagai guru terfavorit di SMAN 1 Tebing-Tinggi.

Abdullah Guru Bahasa Inggris

“Alhamdulillah, saya senang, dan sebenarnya saya merasa tidak pantas untuk mendapatkannya, ketika itu, saya gugup, dan tangan saya gemetaran, kayak dapat penghargaan yang luar biasa,” ungkap guru Bahasa Inggris SMAN 1 Tebing-Tinggi tersebut, kepada smanteb.id Selasa (05/01/20).

Terlebih saat ini, hari perayaan ulang tahun SMAN 1 Tebing-Tinggi, setelah itu saya di suapin kue ulang tahun, oleh Kepala Sekolah (Eko Prayitno) saya sungguh senang sekali hari itu.

“Bercampur rasa tidak percaya diri,”ujar Abdullah.

Menurutnya, selama aktivitas mengajar, ia tidak pernah melakukan apa-apa, ia hanya beraktivitas seperti orang lain mengajar pada umumnya.

Iya juga mengapresiasi kepada pihak penyelenggara yaitu OSIS yang telah rela menghabiskan waktunya, guna terlaksananya acara indah itu.

“Mantap benget para OSIS, membuat acara ini. Saya sangat mengapresiasi sekali kepada mereka,” ungkap Pemenang guru terfavorit 2019/2020 itu.

 

Muhammad Fikri Alumni dan Anggota Osis (pada
masnaya )SMANN 1 Tebingtinggi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dilain tempat, diceritakan pula oleh Muhammad Fikri salah satu anggota OSIS kala itu, bahwa mereka melakukan penilaian itu melibatkan semua siswa-siswi SMAN 1 Tebing-Tinggi.

“Kami melakukan penilaian kala itu, dengan mendatangi kelas-kelas dan memberikan mereka pilihan, guru mana yang mereka yang paling terfavorit,” ujarnya.

Dalam hal ini, lanjutnya, bukan berarti guru-guru yang lain, tidak disukai oleh para siswa-siswi, tetapi ini hanyalah, ajang penghargaan bagi mereka yang menang.

“Sehingga pada akhirnya, ditemukan lah Bapak Abdullah lah sebagai pemenang, dari hasil semua kelas yang kita mintai suara pilihannya,” ungkapkan dia.

Dia juga menyebutkan bahwa, ada beberapa kriteria yang diberlakukan, dalam penilaian itu, namun sayangnya ia tidak terlalu ingat apa saja kriteria yang diberlakukan oleh tim OSIS kala itu.

Program Baru, Berikan Kemudahan Bagi Siswa

Foto ilustrasi smanteb.id/fikry/foto

SMANTEB.ID – SMAN 1 Tebing-Tinggi (SMANTEB) buat sebuah program terobosan “Guru Piket Di Sekolah”, guna memfasilitasi warga sekolah di masa pandemi Covid-19 saat ini yang sedang menerpa Kabupaten Balangan.

Memang sejak bulan Maret lalu sekolah-sekolah yang ada di Indonesia diliburkan, guna menghindari terciptanya klaster Covid-19 di sekolah. Balangan sendiri tercatat sudah beberapa kali menjadi zona merah.

Sekarang ini untuk data Covid-19 sudah mulai menurun, sehingga program ini dibuat menimbang banyak masukan keluhan para siswa, yang telah bosan belajar secara online, dan mereka ingin belajar seperti biasanya.

Eko prsyitno Kepala SMAN 1 Tebing-Tinggi

Dijelaskan oleh Kepala SMANTEB Eko Prayitno bahwa, program ini bertujuan untuk memfasilitasi warga sekolah, khususnya siswa.

“Jadi jika siswa perlu dengan guru atau yang lain sebagainya yang berhubungan dengan sekolah, siswa bisa datang ke sekolah sesuai keperluan mereka,”

Di dalam program ini, selain hari libur para guru selalu standby di sekolah, menunggu para siswa yang datang untuk sekedar konsultasi, menanyakan soal pelajaran, ataupun mengumpulkan tugas ke guru yang bersangkutan.

Diharapkan dengan program ini, para siswa dapat terbantu, dan kembali bersemangat untuk belajar walaupun di rumah, serta semoga pandemi ini cepat berlalu.

“Untuk para siswa meskipun pandemi ini, sudah mulai menurun di daerah kita, tetapi kita semua harus taati aturan dari pemerintah, sesuai protokol kesehatan, selalu pakai masker dan jaga jarak aman,” imbaunya.

Anita Fitriani Guru Sejarah SMAN 1 Tebing-Tinggi

Sementara itu, katakan oleh Anita Fitriani salah seorang Guru SMANTEB yang menjalankan piket bahwa, program ini sangat membantu siswa dalam soal pembelajaran.

“Program ini sangat membantu siswa, terlebih bagi siswa yang tidak bisa belajar online, mereka dapat mengambil tugas ke sekolah tanpa harus menunggu dua minggu sekali,” tuturnya.

Selain itu, kami sebagai guru dapat mempelajari perkembangan siswa secara langsung, baik belajarnya selama ini, perilakunya serta kami juga dapat memberikan masukan kepada mereka.

Dua Guru SMAN 1 Tebing-Tinggi masuk nominasi dari Ruang guru

smanteb.id – Selain Anis Zakaria, yang beruntung menjadi juara, dalam ajang yang di adakan ruang guru, yaitu Indonesia Teacher Followship (ITF) tersebut, kini ada dua orang guru SMAN 1 Tabing-Tinggi lagi yang masuk nominasi bakal calon juara.

Jikalau Anis Zakaria kemarin menang dalam bidang tiga guru rancangan terbaik, kini bertambah ada dua guru SMAN 1 Tebing-Tinggi masuk nominasi, 6 Guru Berdampak, dalam ajang ITF tersebut.

Di ketahui, dalam ajang tersebut tim Ruagguru pun ucapan selamat kepada para nominasi tersebut.

“Kami ucapakan selamat untuk nominasi, Guru berdampak, yang telah aktif mengikuti rangkaian kegiatan Pendampingan Berstruktur 1 sampai dengan Pendampingan Berstruktur 4,” ucap tim Ruangguru.

Guru Berdampak adalah, sambung tim Ruangguru, rangkaian akhir kegiatan Pendampingan Berstruktur. Para nominasi Guru Berdampak akan mengikuti tantangan akhir berupa pembuatan rancangan program peningkatan komunitas guru di masing-masing wilayah, seperti KKG, MGMP, IGI, PGRI, atau komunitas guru lokal lainnya yang Bapak / Ibu Guru ikuti.

Untuk koordinasi ke depan, para nominasi Guru Berdampak akan diundang ke dalam grup WhatsApp untuk memudahkan koordinasi bersama tim Ruangguru.

“Semoga dengan penghargaan dan ungkapan apresiasi ini menjadi penambah semangat untuk berkontribusi dan menorehkan karya dalam dunia pendidikan,” ungkap tim Ruangguru

Kami juga kasih kasih kepada semua guru yang sudah menghitung di kegiatan PB selama satu tahun program berjalan. Sampai bertemu di kesempatan selanjutnya.

Kami ucapkan selamat kepada, Risna Susanti (SMANDAJU), Sri Ahliawati (MA Al-Istiqomah Halong) Rusdi (MANSABA) Binti Khasanah (SMANTEB), Devi Agastia (SMANTEB), Nurnita Mawarni (Masda Awayan), menjadi nominasi Guru Berdampak, tutup tim Rua

Devi Agastia Guru SMAN 1 Tebing-Tinggi

Binti Khasanah Guru SMAN 1 Tebing-Tinggi

Anis Zakaria, Ingatkan Ijazah yang salah tak bisa di perbaiki lagi.

Smanteb.Id – pengambilan Ijazah telah di perbolehkan semenjak beberapa minggu yang lalu, tetapi kini ijazah yang masih di TU masih mencapai 50% dari total jumlah siswa alumni angkatan 2019/2020.

Melihat dari hal tersebut, Anis Zakaria Menghibau, kepada seluruh alumni yang masih belum mengambil ijazahnya agar bisa sesegeranya mengambil ijazahnya.

“Mungkin kalian akan bilang ibu ini sangat cerewet sekali, tapi tidak  apa-apa, mengingatkan dan kembali mengingatkan itu adalah tugas kami (Para guru), Hari Senin telah berakhir, bukankah sudah diingatkan bahwa cap 3 jari selambat lambatnya sabtu dan pengambilan ijazah yang sudah benar itu hari senin,”ungkap Anis Zakaria, kepada smanteb.Id, Selasa (15/09/20)

Anis Zakaria Guru Ekonomi SMAN 1 Tebing-Tinggi

 Anis mengatakan, bukankah kata Kepala SMAN 1 Tebing-Tinggi, Bapak Eko Prayitno seperti itu, sudah menjelaskan dalam pesan suara beliau, bahwa selain hari yang sudah ditentukan, jika ada kesalahan maka kami tidak tahu lagi.

“Tapi dengan saat ini ijazah masih tertumpuk dirumah masih 50% alumni, belum mengamnil ijazah nya entah dengan alsan apa,” ungkap Anis.

Anis menjelaskan, kenapa pihak sekolah meminta agar para alumni  sesegeranya mengambil ijazah itu di karenakan beberapa hal, di antaranya.

” Yang pertma jika masih ada kesalahan jadi masih bisa diperbaiki, secepatnya. yang kedua takut jika hilang atau di makan tikus atau apa,”Jelas anis

Anis menghimbau, ini untuk kepentingan para alumni juga, jadi misalkan buat kuliah atau kerja jadi sifatnya tidak mendadak, jadi ayu cepat di ambil.

Untuk pengambilan ijazah masih bisa ,tapi jika terjadi kesalahan, maka pihak sekolah tadak tau lagi, karna telah sering di ingatkan.