Perbaikan Jalan Sekolah, Eko Harapkan Keamanan Untuk Pengguna Jalan

SMANTEB.ID – SMAN 1 Tebing-Tinggi melakukan perbaikan terhadap jalan menuju parkir, guna terciptanya kenyamanan para pengguna jalan khususnya warga sekolah, Selasa (03/11/20).

Terciptanya sebuah kenyaman di suatu jalan, tentu akan menjadi sebuah nilai penting bagi pengguna jalan. Hal tersebut sejalan dengan pemikiran Eko Prayitno selaku kepala SMAN 1 Tebing-Tinggi.

Kepala Sekolah SMAN 1 Tebing-Tinggi
Eko Prayitno

“Jalan parkir yang kita perbaiki adalah, sarana pelayanan dari sekolah yang kita berikan kepada peserta didik maupun kepada guru-guru,” terang Eko Prayitno.

Lanjutnya, tentunya dengan perbaikinya akses jalan tersebut, membuat para penggunanya nyaman, tentunya membuat aman para penggunanya, terlebih ketika hujan.

“Apabila jalannya kurang bagus, tentu akan menarik bagi para penggunanya,” ucapnya.

Jalan baru, untuk keluar

Ia berharap dengan akses jalan yang sudah bagus, maka jalan siswa dapat lebih terjaga. Dengan dibuatnya 2 buah jalan khusus, untuk keluar dan masuk.

Untuk diketahui, jalan parkir menuju parkir siswa di SMAN 1 Tebing, Kerikil kecil yang terletak di jalan, sehingga hujan turun, maka jalan akan becek, dan licin.

ITF Berikan Pengalaman Berharga

smanteb.id – Devi Agastia ikuti penutupan Indonesia Teaching Fellowship (ITF) secara online dan banyak dapat pengalaman, Rabu (21/10/20).

ITF adalah sebuah program pelatihan online gratis yang diadakan oleh Ruangguru untuk para guru. Berbekal aplikasi Ruangguru, selama enam bulan, peserta ITF melakukan pembelajaran online tentang materi pedagogik.

Guru asal SMAN 1 Tebing-Tinggi ini, menceritakan kepada jurnalis smanteb.id bahwa pengalaman yang didapatkan begitu banyak.

“Pengalaman yang saya dapatkan ketika mengikuti ITF selama ini begitu banyak,” ungkap Devi Agustia.

Tidak hanya itu lanjutnya, selain mendapatkan ilmu baru, tentunya teman baru juga di dapatkan disini.

Selama mengikuti program pelatihan ini, tidak hanya materi yang diberikan tetapi juga banyak kuis dan tentunya banyak tantangan selama program.

Menurut pengalamannya yang paling berkesan adalah ketika berdiskusi yang menarik di grup.

“Kegiatan tantangan-tantangan yang berhadiah menarik, dan pendampingan terstruktur yang menambah wawasan baru, dan paling berkesan adalah harus menyelesaikan misi pembelajaran di ruang kerja,” cetusnya.

Program tentunya ini sangat menarik, dan program semoga ini terus berlanjut hingga ke tahun tahun berikutnya.

“Terimakasih ruang guru dan PT.Adaro Indonesia, Adaro Foundation,” pungkasnya.

 

 

DPPPA Adakan Pelatihan Sekolah Ramah Anak

Smanteb.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan, Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Balangan, adakan pelatihan tenaga terlatih pemenuhan hak anak dalam pengembangan sekolah ramah anak.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula Inspektorat Kabupaten Balangan, yang diikuti oleh 20 orang tenaga pendidik serta Dinas terkait, Selasa (20/10/20).

Dalam kesempatan tersebut, Plt Kepala DPPPA Noor Aspariah mengatakan, hingga saat ini di Kabupaten Balangan sendiri masih saja terjadi pelanggaran (kekerasan) terhadap anak, entah itu diketahui melalui laporan yang masuk ke kepolisian ataupun ke DPPPA untuk melaporkan kasus kekerasan yang terjadi atau hanya sekedar berkonsultasi.

“Kita ketahui bahwa yang memasuki usia anak adalah bayi yang berada di dalam kandungan hingga anak belum berusia 18 tahun sehingga anak yang memasuki bangku kuliah semester 1 bisa saja masih dalam kategori usia anak,” katanya.

Tujuan utama dibentuknya sekolah ramah anak adalah memberikan pemenuhan hak anak dan perlindungan khusus bagi anak termasuk mekanisme pengaduan untuk penanganan kasus di satuan pendidikan. Perlindungan khusus tersebut termasuk perlindungan terhadap kekerasan.

” Baik itu kekerasan berupa psikis, seperti diancam atau di bully, nah jadi kita sebagai tenaga pendidik menghindari dari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya.

Dijelaskan dia, Berdasarkan UU 35 tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Terkait tentang sekolah ramah anak, dalam UU tersebut adalah tentang perlindungan anak.

” Dalam undang-undang tersebut dikatakan, pemerintah daerah bertanggung jawab dan berkewajiban atas pelaksanaan pembangunan nasional, khususnya dalam perlindungan anak,” ungkapnya.

Lanjutnya, dalam bentuk hal pendidikan tersebut, peserta didik harus mendapatkan perlindungan, seperti kekerasan fisik, psikis maupun yang lainnya, baik itu kekerasan antar peserta didik maupun peserta didik dan pendidik.

Dalam sekolah ramah anak, yang melakukan perlindungan terhadap anak itu diutamakan adalah pendidikan atau tenaga pendidik. Kita ketahui pula karena anak banyak beraktivitas di sekolah yaitu selama 8 jam.

“Diharapkan dengan waktu 8 jam tersebut, kita mampu melindungi anak anak kita sesuai tupoksi kita masing-masing,” pungkasnya.

Devi Agastia Guru SMAN 1 Tebing-Tinggi

Sementara itu menurut salah seorang peserta, Devi Agastia guru asal SMAN 1 Tebing-Tinggi, mengaku senang dengan adanya kegiatan pelatihan tersebut.

“Ya tentu kami, para tenaga pendidik senang, karena disini kami mendapatkan ilmu baru tentang pendidikan yang layak anak dan bagaimana sekolah layak anak itu,” tuturnya.

Selain itu lanjutnya, ternyata sekolah ramah anak adalah poin penting untuk pembentukan kabupaten layak anak.

“Tentu saja disini kontribusi guru akan, lebih banyak, ketimbang di rumah karena kita ketahui, di sekolah sekarang 8 jam di sekolah,” pungkasnya.

Dua Guru SMAN 1 Tebing-Tinggi masuk nominasi dari Ruang guru

smanteb.id – Selain Anis Zakaria, yang beruntung menjadi juara, dalam ajang yang di adakan ruang guru, yaitu Indonesia Teacher Followship (ITF) tersebut, kini ada dua orang guru SMAN 1 Tabing-Tinggi lagi yang masuk nominasi bakal calon juara.

Jikalau Anis Zakaria kemarin menang dalam bidang tiga guru rancangan terbaik, kini bertambah ada dua guru SMAN 1 Tebing-Tinggi masuk nominasi, 6 Guru Berdampak, dalam ajang ITF tersebut.

Di ketahui, dalam ajang tersebut tim Ruagguru pun ucapan selamat kepada para nominasi tersebut.

“Kami ucapakan selamat untuk nominasi, Guru berdampak, yang telah aktif mengikuti rangkaian kegiatan Pendampingan Berstruktur 1 sampai dengan Pendampingan Berstruktur 4,” ucap tim Ruangguru.

Guru Berdampak adalah, sambung tim Ruangguru, rangkaian akhir kegiatan Pendampingan Berstruktur. Para nominasi Guru Berdampak akan mengikuti tantangan akhir berupa pembuatan rancangan program peningkatan komunitas guru di masing-masing wilayah, seperti KKG, MGMP, IGI, PGRI, atau komunitas guru lokal lainnya yang Bapak / Ibu Guru ikuti.

Untuk koordinasi ke depan, para nominasi Guru Berdampak akan diundang ke dalam grup WhatsApp untuk memudahkan koordinasi bersama tim Ruangguru.

“Semoga dengan penghargaan dan ungkapan apresiasi ini menjadi penambah semangat untuk berkontribusi dan menorehkan karya dalam dunia pendidikan,” ungkap tim Ruangguru

Kami juga kasih kasih kepada semua guru yang sudah menghitung di kegiatan PB selama satu tahun program berjalan. Sampai bertemu di kesempatan selanjutnya.

Kami ucapkan selamat kepada, Risna Susanti (SMANDAJU), Sri Ahliawati (MA Al-Istiqomah Halong) Rusdi (MANSABA) Binti Khasanah (SMANTEB), Devi Agastia (SMANTEB), Nurnita Mawarni (Masda Awayan), menjadi nominasi Guru Berdampak, tutup tim Rua

Devi Agastia Guru SMAN 1 Tebing-Tinggi

Binti Khasanah Guru SMAN 1 Tebing-Tinggi

ILF, Fikri jadi siswa teraktif 

 

Data

smanteb-id – lulusan SMAN 1 Tebing-Tinggi Muhammad Fikri, jadi siswa teraktif dalam sebuah program yang di adakan oleh ruang guru.

Program yang dibuat oleh ruang guru tersebut adalah Indonesia Learning fellowship, program tersebut juga bekerja sama dengan PT Adaro Indonesia, cabang Adaro Foundation.

Menurut pengawas lapangan cabang Balangan, Said, selama hampir satu tahun ini, baru pertama kali di adakan peserta ILF teraktif, untuk menambah semangat sebelum penutupan nanti.

“Iya peserta ILF teraktif bulan Agustus ini, di menangkan oleh Muhammad Fikri, dari SMAN 1 Tebing-Tinggi, Fikri menjadi juara pertama beat peserta, Suci Rahmawati, yang terpaut sekitar seratus chat,” terang Said, pada Jum’at (18/09) / 20)

Fikry sebelah kanan

Selain itu, Fikri juga beberapa kali memenangkan kuis yang di adakan setiap 1 minggu.

Disisi lain, Lesti teman akrab Fikri, ia menceritakan kalau itu, memang semasa sekolah dulu memang sangat aktif.

“Oh ya Fikri, dia memang siswa yang terkenal aktif di sekolah, orangnya juga rajin ikut organisasi, contohnya dia ikut Amabalan, Osis, hampir semua ekstrakulikuler, dan dia juga pernah menjadi ketua PMR smanteb,” ungkap Lesti.

Sambung lesti, selain aktif dalam bidang organisasi di sekolah ia memang juga kerap membagakan nama sekolah, salah satunya di pernah mewakili SMAN 1 Tebing-Tinggi di tinggkat provinsi dalam ajang lomba FLS2N.

“Orngnya pokoknya aktif deh, di sekoalh atau pun diluar sekolah, soalnya kita teman dari SD, kalu cerita btetang dia gak ada habisnya,” pungkas Lesti.