Tag Archives: #ekoprayitno #anitafitriani

Jum’at Taqwa SMANTEB

SMANTEB.ID – Zaman sekarang ini, krisis moralitas bangsa menjadi suatu permasalahan yang mendasar di Indonesia. Degradasi atau pergeseran moralitas sosial banyak terjadi di kalangan muda dan remaja.

Hal ini dapat dilihat dari banyaknya perilaku sosial yang menyimpang yang dilakukan oleh para remaja, seperti : tindakan kriminal, narkoba, minuman keras, begal, free-sex, rendahnya sopan-santun dan rasa hormat antar sesama, kebut-kebutan di jalan raya, melanggar rambu-rambu lalu lintas, dan tawuran, memberi pertanda buruk pada moralitas sosial di kalangan generasi muda. Perilaku ini juga didukung dengan pesatnya media informasi dan komunikasi yang begitu bebas di era globalisasi saat ini, sehingga sulit menyaring norma dan nilai perilaku dari luar yang tidak sesuai dan masuk serta mempengaruhi remaja yang terkesan labil dalam mencari jati dirinya.

Dalam realitas ini pendidikan karakter (akhlak) melalui peranan pendidikan agama diharapkan dapat menjadi solusi pengendalian karakter sebagai upaya preventif dan represif terhadap demoralisasi sosial yang terjadi terutama pada remaja.

Dalam kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat pada era globalisasi saat ini terasa sekali pengaruhnya dalam kehidupan masyarakat, khususnya di kalangan remaja saat ini. Melihat kenyataan yang ada sekarang, banyak ditemukan tingkah laku remaja yang bertentangan dengan norma-norma agama Islam.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

Untuk itu, Kepala SMAN 1 Tebing-Tinggi, Eko Prayitno memiliki sebuah program unggulan tersendiri untuk membentuk karakter siswa, agar berperilaku tidak menyimpang yakni dengan program Jum’at Taqwa.

“Mengingat kegiatan ini dilakukan di masa pandemi kami melaksanakannya dilapangkan untuk menghindari kerumunan jaga jarak serta dengan penerapan protokol kesehatan, sementara untuk siswa alhamdulilah sudah banyak yang divaksin,” ucap Eko Prayitno.

Dikatakan pula, untuk siswa yang beragama non muslim, pihak sekolah juga menyediakan tempat untuk mereka dengan khusus guru tersendiri yang keduanya sama dilaksanakan setiap pagi Jum’at.

Kegiatan ini dilaksanakan, selama satu 30 sampai 45 menit sebelum para siswa masuk kedalam kelas pada waktu jam pelajaran pertama, yang biasanya dibawakan bergantian oleh guru sesuai dengan jadwal tiap minggunya.

Kali ini dalam kegiatan Jum’at Taqwa ini, Kepala SMAN 1 Tebing-Tinggi ini, membawakan tema pembinaan akhlak dalam Islam, yang artinya adalah untuk membentuk orang-orang yang bermoral baik, sopan dalam berbicara dan perbuatan, mulia dalam tingkah laku, bersifat bijaksana, sopan dan beradab.

“Pada dasarnya pendidikan islam diharapkan dapat membangun kepribadian seseorang menjadi ‘insan kamil’ yaitu manusia yang utuh secara rohani dan jasmani, yang dapat hidup dan berkembang secara wajar dan normal karena taqwanya kepada Allah SWT. Sehingga dapat menghasilkan manusia yang berguna bagi diri dan masyarakat disekitarnya. Mampu menjaga hubungannya dengan Allah SWT. dan dengan sesama manusia serta mengamalkan segala yang diperintahkan agama dan menjauhi larangannya. Dengan begitu mereka dapat mengambil manfaat dari pendidikan tersebut dengan mengolah dan memanfaatkan segala yang ada di alam untuk kepentingan hidup di dunia dan dapat memperoleh rahmat Allah SWT. sebagai bekal di akhirat,” ucap Eko Prayitno.

Pembinaan pada pada para siswa ini merupakan perhatian pertama dalam pendidikan agama Islam. Hal ini dapat dilihat dari salah satu misi kerasulan Nabi Muhammad SAW yang utama adalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Dalam pembinaan akhlak, islam memberi perhatian utama dimulai dari pembinaan fisik. Fisik yang baik akan menimbulkan perbuatan yang baik, dan dari perbuatan yang baik ini akan melahirkan jiwa yang baik, kemudian akan mempermudah dalam menghasilkan kebaikan-kebaikan dan kebahagiaan pada seluruh kehidupan manusia baik secara lahir dan batin.

Eko Prayitno berharap, melalui kegiatan ini para siswa entah itu yang muslim dan non-muslim bisa memiliki sikap yang baik, karena menurutnya sikap itu penting, dan itu menjadi penilaian penting bagi orang lain.

“Kami berharap anak-anak kami ketika keluar dari sekolah bisa menjadi contoh, dan panutan dalam bersikap, dan mudah-mudahan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya.

Sementara itu salah seorang siswa Monika Alya, yang juga turut berpartisipasi dalam kegiatan Jum’at Taqwa ini, mengatakan bahwa kegiatan yang seperti ini menjadi salah satu tempat untuk membina akhlak dan menjadi wadah bagi siswa dalam menimba ilmu agama karena menurutnya kalau hanya di mata pelajaran saja tidaklah cukup karena hanya beberapa jam.

“Semoga saja kegiatan ini terus berlanjut, buat tambahan bekal ilmu, kan di mata pelajaran cuma beberapa jam untuk pelajaran pendidikan agama, dan ini menjadi wadah lagi bagi kami,” ucap perempuan yang juga menjadi ketua OSIS ini.

Isra Mi’raj Masih Belum Ditentukan

Foto ilustrasi

SMANTEB – SMAN 1 Tebing-Tinggi, masih belum bisa menentukan apakah ditahun ini akan dilakukan pelaksanaan Isra mi’raj seperti tahu tahun-tahun sebelumnya.

Hal tersebut dikatakan oleh Kepala SMAN 1 Tebing-Tinggi, Eko Prayitno, bahwa pihaknya saat ini masih belum bisa menentukan apakah akan diadakan Isra Mi’raj seperti biasanya.

“Sementara belum ada rencana pasti,” kaa Eko Prayitno.

Sementara itu, kemungkinan apabila dilakukan atau dilaksanakan dengan sederhana saja. Kemungkinan akan dilakukan pula pembatasan, hanya untuk kelas 10 dan kelas 11.

“Bisa juga sih secara online, nanti kami rapat dahulu,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Isra Mi’raj adalah bagian kedua dari perjalanan yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW dalam waktu satu malam saja. Kejadian ini merupakan salah satu peristiwa penting bagi umat Islam.

Karena pada peristiwa inilah dia mendapat perintah untuk menunaikan salat lima waktu sehari semalam.[1] Beberapa penggambaran tentang kejadian ini dapat dilihat di surah ke-17 di Al-Qur’an, yaitu Surah Al-Isra.

Isra Miraj adalah peristiwa penting bagi umat Islam. Isra Miraj merupakan perjalanan di malam hari yang dilakukan Nabi Muhammad SAW ke Sidratul Muntaha di langit ke tujuh.

Peristiwa ini terjadi pada 27 Rajab di tahun ke delapan kenabian. Pada tahun 2020 Isra Miraj diperingati pada Minggu (22/3). Kisah Isra Miraj terdapat dalam Alquran surat Al Isra.

Isra berarti perjalanan di malam hari, sedangkan Miraj berarti naik atau diangkat ke Sidratul Muntaha. Di malam itu, Rasulullah bersama Malaikat Jibril melakukan perjalanan dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina. Lalu, Nabi diangkat ke langit ke tujuh untuk bertemu dengan Allah.

Perjalanan ini merupakan bentuk hiburan yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad setelah diberikan cobaan berupa ditinggal orang terdekatnya. Istri Nabi, Khadijah dan paman Abu Thalib yang selalu membela Nabi, meninggal dunia.

Saat diangkat ke langit ketujuh, Nabi bertemu dengan malaikat dan nabi-nabi terdahulu. Saat naik ke Sidratul Muntaha, Nabi menemui banyak godaan.

Nabi Muhammad ditawari minuman susu dan khamar. Rasulullah lalu memilih susu yang berarti minuman yang suci, menyehatkan, dan bersih.

Ada pula panggilan dari setan, iblis, dan perempuan penggoda. Nabi juga diperlihatkan sekelompok orang yang menggunting lidahnya sendiri.

Ketika tiba di langit ke tujuh, Nabi Muhammad bertemu Allah dan menerima perintah salat sebanyak 50 waktu dalam sehari.

Saat menerima perintah salat itu, Muhammad diperingatkan oleh nabi-nabi terdahulu untuk memperhatikan umat.

Muhammad lalu meminta keringanan hingga perintah salat menjadi lima waktu dalam sehari. Sejak saat itu umat Islam mesti melakukan salat wajib lima waktu.

Kisah perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad ini hendaknya diimani sebagai kejadian luar biasa yang terjadi karena kekuasaan Allah.

Meski Tidak Bersekolah, Kelas Tetap Bersih Di SMAN 1 Tebing Tinggi, Ada Apa?

Foto di ambil sebelum wabah covid-19,

SMANTEB.ID – Kebersihan adalah keadaan bebas dari kotoran, termasuk diantaranya, debu, sampah, dan bau. Di zaman modern, setelah Louis Pasteur menemukan proses penularan penyakit atau infeksi disebabkan oleh mikroba, kebersihan juga berarti bebas dari virus, bakteri. patogen, dan bahan kimia berbahaya.

Kebersihan adalah salah satu tanda dari keadaan hygene yang baik. Manusia perlu menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan diri agar sihat, tidak berbau, tidak malu, tidak menyebarkan kotoran, atau menularkan kuman penyakit bagi diri sendiri mahupun orang lain. 

Menjaga kebersihan di ruang kelas sekolah adalah kegiatan yang sangat krusial mengingat kelas sebagai media utama dalam proses belajar mengajar. Kelas adalah salah satu elemen penting dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah di samping ruang laboratorium, perpustakaan,lab multimedia dan ruangan lainnya. 

Kebersihan dan kerapian kelas juga memberikan dampak kesehatan dan estetika bagi pengguna kelas tersebut. Bila kelas kotor dan berbau tentunya kelas tersebut tidak indah dipandang, tidak sehat juga tidak layak digunakan.  Karenanya menjaga kebersihan di ruang kelas sekolah amatlah penting agar siswa dan guru merasa nyaman dan betah sehingga kegiatan belajar berjalan lancar. 

Eko prsyitno Kepala SMAN 1 Tebing-Tinggi

Meskipun saat ini, kita tidak bersekolah seperti biasanya, tetapi tetap ada dijadwalkan kebersihan kelas di salah satu sekolah di Kabupaten Balangan yaitu SMAN 1 Tebing-Tinggi, hal tersebut dikatakan oleh kepala SMAN 1 Tebing-Tinggi, Eko Prayitno, SP.d, MP.d.

“Meskipun tidak sekolah turun seperti biasanya, kebersihan kelas tetap diutamakan, kami membuat jadwal untuk membersihkan  kelas,  agar tetap bersih,” kata Eko Prayitno, SP.d, MP.d. ketika dikonfirmasi melalui aplikasi sosial Whatsapp pada Minggu (14/02/21). 

Ia berharap,  dengan bersihkan setiap kelas ini, terus menambahkan kenyamanan dan khususnya aman untuk kesehatan.

Eko Prayitno beri kabar gembira untuk para Alumni, ada Apa?

Eko Prayitno Kepala SMAN 1 Tebingtinggi

Smanteb.id – Setelah beberapa waktu lalu, ada beberapa ijazah para siswa alumni SMAN 1 Tebing-Tinggi, yang mengalami kesalahan, kini meraka dapat bernapas lega.

Hal tersebut di sampaikan, melalui pesan tertulis yang dikirim Kepala SMAN 1 Tebing-Tinggi, Eko Prayitno, yang beritahukan oleh salah seorang guru, SMAN 1 Tebing-Tinggi Anis Zakaria, Jum’at (18/09/20)

Foto ijazah salah seorang alumni yang pernah salah

 

 

D

 

 

 

 

 

 

 

Eko prayitno menerangkan, dari beberapa ijazah yang salah kini masih bisa untuk perbaiki.

“Kabar gembira untuk para alumni, Allhamdulillah ijazah yang salah kemaren, untuk yang kurang lebih 8 ijazah, masih ada blangkonya, jadi masih bisa ditulis kembali,” terang Eko Prayitno.

Eko Prayitno, untuk ijazah yang salah tersebut, kini tengah dilakukan kembali, oleh ibu Anita Fitriani.

Anita Fitriani

Sementara itu, Anis Zakaria juga menyampaikan pesan, bahawa untuk yang kemaren salah, sebelum tanggal 25, sebelum sudah cap 3 jari ijazah, sudah bisa diambil, di perkirakan sekitar Bulan Oktober.

Anis Zakaria Guru Ekonomi SMAN 1 Tebing-Tinggi

“kenapa di bulan Oktober, hal tersebut karena, menunggu Bapak Eko Prayitno, datang kesekolah, untuk mendatangani ijazah kalian,” ungkap Anis Zakaria.